Sejarah Perkembangan Teori :Rene Descartes

Sejarah Perkembangan Teori :Rene Descartes 
Sejarah filsafat pada masa modern ini dibagi ke dalam tiga zaman atau periode, yaitu: zaman Renaissans (Renaissance), zaman Pencerahan Budi (Aufklarung), dan zaman Romantik, khususnya periode Idealisme Jerman.


Ada beberapa tokoh yang menjadi perintis yang membuka jalan baru menuju perkembangan ilmiah yang modern. Mereka adalah Leonardo da Vinci (1452-1519), Nicolaus Copernicus (1473-1543), Johannes Kepler (1571-1630) dan Galileo Galilei (1564-1643). Sedangkan Francis Bacon (1561-1623) merupakan filsuf yang meletakkan dasar filosofisnya untuk perkembangan dalam bidang ilmu pengetahuan. Dia merupakan bangsawan Inggris yang terkenal dengan karyanya yang bermaksud untuk menggantikan teori Aristoteles tentang ilmu pengetahuan dengan teori baru. 


Sekalipun demikian, Rene Descartes merupakan filsuf yang paling terkenal pada masa filsafat modern ini. Rene Descartes (1596-1650) diberikan gelar sebagai bapa filsafat modern. Dia adalah seorang filsuf Perancis. Descartes belajar filsafat pada Kolese yang dipimpin Pater-pater Yesuit di desa La Fleche. Descartes menulis sebuah buku yang terkenal, yaitu Discours de la method pada tahun 1637. Bukunya tersebut berisi tentang uraian tentang metode perkembangan intelektuilnya. Dia dengan lantang menyatakan bahwa tidak merasa puas dengan filsafat dan ilmu pengetahuan yang menjadi bahan pendidikannya. Dia juga menjelaskan bahwa di dalam dunia ilmiah tidak ada sesuatu pun yang dianggapnya pasti. 


Rene Decartes dikenal sebagai ahli filsafat modern pertama yang besar. Ia juga penemu biologi modern, ahli fisika, dan matematika. bahkan dipanggil "Penemu Filsafat Modern" dan "Bapak Matematika Modern", Rene Descartes sebagai salah satu pemikir paling penting dan berpengaruh dalam sejarah barat modern. Dia menginspirasi generasi filsuf kontemporer dan setelahnya, membawa mereka untuk membentuk apa yang sekarang kita kenal sebagai rasionalisme kontinental, sebuah posisi filosofikal pada Eropa abad ke-17 dan 18.


Descartes adalah salah satu representasi dari semangat manusia modern yang telah mengalami kelahiran kembali. sebuah semangat yang telah demikian tua sekarang semakin tampak mulai lelah. Sebab,kita semakin bisa maklum akan apa yang dimaksud Descartes dengan (ilmu) pengetahuan. Dengan pengetahuan jenis ini , ia menawari kita menjadi le maitres et pressure de la nature, pangeran yang gilang gemilang dengan cahaya ilmu dan menjadi penguasa dunia.


A. Bilbilografi Rene Decartes 
Descartes putra seorang ahli hukum. lahir di La Haye, Perancis, 31 Maret 1596 – meninggal di Stockholm, Swedia, 11 Februari 1650 pada umur 53 tahun), juga dikenal sebagai Renatus Cartesius dalam literatur berbahasa Latin, merupakan seorang filsuf dan matematikawan Perancis, 


Ayahnya mengirim dia ke sekolah pada umur delapan tahun. Beliau bersekolah di Jesuit College of La Flèche antara tahun 1606 dan 1614. Karena kesehatannya yang kurang baik, Descartes diizinkan menghabiskan waktu paginya belajar di tempat tidur, suatu kebiasaan yang dipandangnya berguna sehingga dilanjutkannya sepanjang hidupnya


Pada umur 20 tahun ia mendapat gelar sarjana hukum dan juga sebagai ahli matematika. Kemudian selanjutnya menjalani kehidupan seorang yang terhormat, menjalani dinas militer beberapa tahun lalu tinggal beberapa waktu di Paris, kemudian di Belanda. Dia bergabung dengan paduan suara para filsuf abad 17 termasuk Bacon, Hobbes dan Locke. Pada 1618 dia pergi ke Holland (Belanda) untuk melayani tentara angkatan darat Prince Maurice of Nassau, saat dalam perjalanan ke Jerman bersama para tentara angkatan darat itu. Pada malam 10 November, dia mengalami serangkaian mimpi yang dia artikan sebagai tanda-tanda bahwa dia akan menemukan suatu ilmu yang universal (a universal science).


Selanjutnya ia pergi ke Swedia diundang untuk mengajari Ratu Christina dimana ia meninggal karena pneumonia pada tahun 1650.


B. Teori Utama Rene Decartes 
Descartes meneliti suatu metode berpikir yang umum yang akan memberikan pertalian dan pengetahuan dan menuju kebenaran dalam ilmu-ilmu. Penelitian itu mengantarnya ke matematika, yang ia simpulkan sebagai sarana pengembangan kebenaran di segala bidang. Karya matematikanya yang paling berpengaruh ialah La Geometrie, yang diterbitkan pada tahun 1637. Pengembangan kalkulus tidak mungkin tercapai tanpa dia.


Di dalamnya ia mencoba suatu penggabungan dari geometri tua dan patut dimuliakan dengan aljabar yang masih belm berkembang pada waktu itu. Bersama dengan seorang Perancis lainnya, Pierre Fermat (1601-1665), ia diberi penghargaan dengan gabungan tersebut yang saat ini kita sebut sebagai geomtri analitik, atau geometri koordinat. Pengembangan lengkap kalkulus tidak mungkin ada tanpa teorinya terlebih dahulu. Descartes benar-benar yakin bahwa penemuan metode yang tepat adalah kunci dari meningkatnya pengetahuan. Untuk diskusi yang lebih luas dan rinci tentang metode ini, bisa dilihat di buku "The Rationalists," Oxford University Press, Oxford, 1982, Chapter 2 yang ditulis oleh John Cottingham.Meski paling dikenal karena karya-karya filosofinya, dia juga telah terkenal sebagai pencipta sistem koordinat Kartesius, yang memengaruhi perkembangan kalkulus modern.


Ia juga pernah menulis buku Sekitar tahun 1629 yang berjudul Rules for the Direction of the Mind yang memberikan garis-garis besar metodenya. Tetapi, buku ini tidak komplit dan tampaknya ia tidak berniat menerbitkannya. Diterbitkan untuk pertama kalinya lebih dari lima puluh tahun sesudah Descartes tiada. Dari tahun 1630 sampai 1634, Descartes menggunakan metodenya dalam penelitian ilmiah. Untuk mempelajari lebih mendalam tentang anatomi dan fisiologi, dia melakukan penjajagan secara terpisah-pisah. Dia bergumul dalam bidang-bidang yang berdiri sendiri seperti optik, meteorologi, matematik dan pelbagai cabang ilmu lainnya.


Ada lima ide Descartes yang punya pengaruh penting terhadap jalan pikiran Eropa: 
(a) pandangan mekanisnya mengenai alam semesta; 
(b) sikapnya yang positif terhadap penjajagan ilmiah; 
(c) tekanan yang, diletakkannya pada penggunaan matematika dalam ilmu pengetahuan; 
(d) pembelaannya terhadap dasar awal sikap skeptis; 
(e) penitikpusatan perhatian terhadap epistemologi


C. Asumsi yang mendasari teori Rene Descrtes
Pengaruh yang paling penting bagi Descrates pada saat itu adalah ahli matematika Issac Beeckman. Issac Beeckman mendorong Descartes dengan memberikan sejumlah masalah dan mendiskusikan masalah-masalah fisika dan matematika. Karya penting pertama Descartes adalah "Regulae or Rules for the Direction of Mind" yang ditulis pada tahun 1628-9 tetapi tidak diterbitkan hingga 1701. Karya ini menunjukkan minat Descartes pada metode yang dia bagikan kepada beberapa ilmuwan, ahli matematika dan filsuf abad 16 dan 17. 


Salah satu sumber metode ini adalah matematika kuno. Tiga belas buku "Euclid's Elements" merupakan contoh dari pengetahuan dan metode deduktif. Tetapi bagaimana semuanya itu bisa dicapai? Archimedes telah membuat berbagai penemuan yang terkenal. Bagaimana dia bisa membuat penemuan-penemuan itu? Metode yang hasilnya diumumkan ini (kadang-kadang disebut metode sintesis) benar-benar bukan metode yang hasilnya telah ditemukan. Jadi, penelitian ditujukan untuk metode yang digunakan oleh para ahli matematika kuno untuk penemuan mereka (metode analisa). 


Pada November 1628 Descartes berada di Paris, dimana dia menjadikan dirinya terkenal saat bertentangan dengan Chandoux. Chandoux mengaku bahwa ilmu hanya bisa didasarkan pada kemungkinan. Pandangan ini mencerminkan dominasi skeptisisme lingkaran intelektual Renaissance di Perancis. (This view reflected the dominance in French intellectual circles of Renaissance skepticism.) Pandangan skeptis ini berasal dari krisis religius di Eropa yang merupakan akibat dari Reformasi Protestan dan diperparah dengan penerbitan "Sextus Empiricus" dan pencerminan ketidak setujuan antar penulis klasik. Keadaan ini diperparan lagi dengan pertimbangan-pertimbangan tentang perbedaan budaya antara budaya,Dunia Baru dan Eropa, dan oleh perdebatan tentang sistem Copernican baru. Semuanya ini telah disusun sedemikian rupa oleh Montaigne dalam karyanya, "Apology for Raymond Sebond", dan dikembangkan oleh para pengikutnya. Descartes diserang dengan pandangan ini, hanya mengakui bahwa kepastian bisa dijadikan sebagai dasar pengetahuan dan bahwa dia sendiri memiliki suatu metode untuk mendapatkan kepastian itu. 


Di Holland, Descartes menghasilkan karya ilmiah yang disebut "Le Monde" atau "The World" yang diterbitkan pada 1634. Namun, pada akhirnya dia belajar bahwa Galileo telah dipersalahkan oleh gereja karena mengajarkan Copernicanism. Buku yang ditulis Descarte berpusat pada Copernican, sehingga buku itu dikecam. Pada 1638 Descartes menerbitkan sebuah buku yang berisi tiga esai di bidang matematika dan ilmu ilmiah dan "Discourse on Method". Karya ini ditulis di Perancis (daripada di Latin) dan ditujukan untuk dunia pendidikan daripada hanya untuk bidang akademis. Pada 1641 Descartes kembali menulis buku "Meditationes de Prima Philosophia" (Meditations on First Philosophy). Karya pendek ini bersifat lebih metafisika daripada ilmiah, dan bertujuan untuk mendirikan dasar- dasar tertentu untuk ilmu pengetahuan yang telah diumumkan Descartes pada perdebatannya dengan Chandoux pada tahun 1628. (Untuk mengetahui lebih jelas tentang buku ini baca "Structure of the Meditations". Buku ini diterbitkan bersama-sama dengan "Objections and Replies" dari enam (dan kemudian tujuh) filsuf dan teolog, termasuk Thomas Hobbes, Pierre Gassendi dan Antoine Arnauld.


Setelah buku Meditations, Descartes menghasilkan "The Principles of Philosophy" pada 1644, pernyataan terlengkap atas filosofinya yang matang dan atas sistem Cartesian secara umum. Bab 1 menjelaskan pandangan metafisika Descartes. Bab 2 memberikan penjelasan rinci tentang prinsip-prinsip fisika Catesian. Bab III menerapkan prinsip- prinsip fisika untuk memberikan penjelasan rinci tentang bumi, dan Bab IV tentang berbagai fenomena di bumi. Dua bagian lagi, direncanakan untuk hal-hal yang berkaitan dengan tanaman dan binatang dan manusia, tetapi tidak lengkap. Pada 1648 Descartes menerbitkan "Notes Against a Program"-- suatu respon terhadap suatu selebaran yang diterbitkan tanpa nama oleh Henricus Regius, Professor of Medecine (Profesor kesehatan) di University of Utrecht (Universitas Utrecht). Regius sejak awal sudah mendukung dan antusias terhadap Descartes. Tetapi ketika Regius menerbitkan "Foundations of Physics" karyanya, Descartes memprotesnya karena Regius telah tanpa malu menggunakan makalah Descartes yang tidak diterbitkan yang telah dia dapatkan dan Regius juga telah menyimpang dari ide-ide Descartes.

Menurut Rene Descartes, dia merasa akan dapat berpikir lebih luas bilamana ia berpikir berdasarkan metode yang rasionalistis untuk menganalisis gejala alam. Dengan pemikiran yang rasionalistis itu, orang mampu menghasilkan ilmu-ilmu pengetahuan yang berguna seperti ilmu dan teknologi. 


Kebenaran adalah pernyataan tanpa ragu, baik logika deduktif maupun logika induktif, dalam proses penalarannya, mempergunakan premis-premis yang berupa pengetahuan yang dianggapnya benar. Kenyataan ini membawa kita kepada pertanyaan; bagaimana kita mendapatkan pengetahuan yang benar tersebut. 

Pada dasarnya terdapat dua cara pokok bagi manusia untuk mendapatkan pengetahuan yang benar.:
- Pertama adalah mendasarkan diri kepada rasio.
- kedua mendasarkan diri kepada pengalaman. 


Kaum rasionalis mendasarkan diri kepada rasio dan kaum empirisme mendasarkan diri kepada pengalaman. Kaum rasionalis mempergunakan metode deduktif dalam menyusun pengetahuannya. Premis yang dipakai dalam penalarannya didapatkan dari ide yang dianggapnya jelas dan dapat diterima. Ide ini menurut mereka bukanlah ciptaan pikiran manusia. Prinsip itu sendiri sudah ada jauh sebelum manusia memikirkannya. Paham ini dikenal dengan nama idealisme. Fungsi pikiran manusia hanyalah mengenali prinsip tersebut yang lalu menjadi pengetahuannya. Prinsip itu sendiri sudah ada dan bersifat apriori dan dapat diketahui manusia lewat kemampuan berpikir rasionalnya. Pengalaman tidaklah membuahkan prinsip justru sebaliknya, hanya dengan mengetahui prinsip yang didapat lewat penalaran rasionil itulah maka kita dapat mengerti kejadian-kejadian yang berlaku dalam alam sekitar kita. Secara singkat dapat dikatakan bahwa ide bagi kaum rasionalis adalah bersifat apriori dan pengalaman yang didapatkan manusia lewat penalaran rasional.


Dari analisa penulis dalam menelaah teori menurut Rene Descartes ada empat langkah berpikir yang rasionalistis sebagai berikut:
1. Dalam penyelesaian masalah tidak boleh menerima begitu saja hal-hal yang belum diyakini kebenarannya
2. Menganalisis dan mengklarifikasikan setiap permasalahan melalui pengujian yang teliti kedalam sebanyak mungkin bagian yang diperlukan bagi pemecahan yang adequat (memadai)
3. Menggunakan pikiran dengan cara diawali dengan menganalisis sasaran-sasaran yang paling sederhana dan paling mudah untuk diungkapkan.
4. Dalam setiap permasalahan dibuat uraian yang sempurna serta dilakukan peninjauan kembali secara umum

Posting Komentar

0 Komentar